Langsung ke konten utama

Seleksi Duta GenRe PIK R Racik

Untuk berperan serta dalam seleksi Duta GenRe Provinsi NTB tahun 2019, PIK R Racik mengadakan seleksi calon Duta GenRe untuk anggota dan pengurus pada hari Selasa (19/3). Kegiatan ini dirangkaikan dengan agenda pertemuan rutin pengurus dan anggota yang dijadwalkan dilaksanakan setiap hari selasa jam 14.00 wita. Seleksi ini dipandu oleh Ahmad Nurhalim dan Maya Febrianti L sebagai penyuluh KB Kecamatan Sumbawa.

Dari keseluruhan pengurus dan anggota PIK R Racik, sebelas orang telah mendaftarkan diri untuk mengikuti seleksi, akan tetapi karena beberapa alasan yang bisa hadir dan mengikuti seleksi pada hari tersebut hanya 9 orang terdiri dari 6 anggota perempuan dan 3 anggota laki-laki.
Mengawali pertemuan tersebut dijelaskan beberapa poin yang menjadi unsur penilaian utama dalam menentukan Duta GenRe, diantaranya pemahaman tentang program, dan kemampuan untuk menyampaikan ide dan pemikiran secara lisan. Berdasarkan usul dan kesepakatan dari peserta pertemuan, metode seleksi akan dilakukan dalam dua cara yaitu wawancara dan presentasi.
Proses wawancara dipandu oleh Maya untuk menggali pengetahuan dan potensi para peserta. Dalam proses ini, secara bergiliran para peserta akan diberi beberapa pertanyaan yang ditujukan untuk mengetahui latar belakang, pengalaman dan pemahaman dasar mereka tentang GenRe dan PIK R.
Bersamaan dengan itu, sambil menunggu giliran wawncara, peserta yang lainnya diminta untuk tampil di hadapan teman-temannya memaparkan ide dan pemikiran mereka tentang tema yang sudah disiapkan oleh pemandu. Dari 4 tema yang disiapkan, yaitu PIK R dan Kependudukan, Game Online, Bullying dan LGBT, peserta diberi waktu 3-4 menit untuk berbicara menyampaikan pendapatnya tentang hal tersebut.


Setelah semua proses selesai, tim pemandu kemudian membandingkan hasil evaluasi dari para peserta dan dari hasil tersebut diputuskan 3 orang peserta yang akan diajadikan perutusan PIK R Racik untuk mengikuti seleksi Duta GenRe di Kabupaten Dompu pada tanggal 1-2 April mendatang.
Akan tetapi disampaikan kepada para peserta yang belum terpilih agar tetap termotivasi untuk tetap belajar dan menggali pengetahuan tentang GenRe dan PIK R.
Adapun anggota yang terpilih tersebut adalah Lani Melani yang juga merupakan Ketua PIK R, Nelly Liswana dan Nadia Nazmi Musfirah.(ANH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Fasilitasi PKBR di PIK R/M dan BKR

Materi-materi berikut merupakan oleh-oleh dari " Workshop Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Putri Sebagai Calon Ibu Bagi Pengelola GenRe Tingkat Provinsi " yang diadakan oleh Perwakilan BKKBN NTB tanggal 10-12 April 2019. Link berikut akan menghubungkan dengan file materi yang bisa diunduh dari google drive Materi PKBR Semoga bermanfaat

SELAMAT DATANG DI ERA NEW SIGA

Terhitung dari tahun 2022 ini, pencatatan pelaporan program KKBPK beralih dari aplikasi SIDUGA kepada SIGA secara keseluruhan. Dengan perubahan ini, maka mekanisme captor akan mengalami perubahan yang cukup penting hingga tidak berlebihan jika menyebut perubahan ini sebagai era baru captor program KKBPK. Apa saja yang berubah? Secara indikator, sebetulnya ada banyak kemiripan antara sistem lama pada SIDUGA dengan yang ada pada SIGA terbaru ini. Akan tetapi perubahan yang cukup signifikan bisa dilihat pada jenis data yang diinput ke dalam sistem secara online. Pada sistem sebelumnya, input data online hanya membutuhkan data yang telah direkap dalam form F/II/KB dan Rek.Kec F/I/Dal. Adapun pada sistem SIGA terbaru ini, proses perekapan dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga data yang diinput ke dalam sistem adalah data mentah atau data dasar. Sederhananya, SIGA terbaru akan membangun data basis yang bersifat by name by address, sehingga jauh lebih lengkap jika dibandingkan siste...

Menakar Data Stunting

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat satu pertanyaan dari seorang Lurah. Pertanyaannya sebetulnya sederhana tapi sangat mendasar. Bahkan pertanyaan itulah yang akhirnya menjadi alasan bagi seluruh tulisan ini. “Berapa jumlah stunting di Kelurahan ini?”. Sederhana dan sangat mendasar, kan? Tapi sampai pembicaraan kami selesai, pertanyaan Lurah tersebut tidak terjawab. Meskipun pertanyaan tersebut diajukan kepada saya, yang notabene seorang Penyuluh KB, tapi wilayah kelurahan yang ditanyakan bukan binaan saya. Dengan kata lain, jangankan data stunting, data PUS atau bahkan nama-nama kader saja tidak saya ketahui. Tanggapan saya kepada Lurah pada waktu itu, meski sesuai dengan kenyataan, tapi jelas tidak memuaskan. Bahkan setelah diingat-ingat lagi, jawaban saya terkesan seperti usaha untuk berkelit dari pertanyaan tersebut. Saya menyebut bagaimana target penurunan prevalensi stunting secara nasional hingga 14% di tahun 2024. Kemudian saya membahas bagaimana Pendataan Keluarga 2021 (PK...