Langsung ke konten utama

Sosialisasi Program Pengendalian Penduduk Bersama Mitra Kerja Digelar

Tautan Asal:
http://diskominfotik.sumbawakab.go.id/2019/04/09/sosialisasi-program-pengendalian-penduduk-bersama-mitra-kerja-digelar/

Foto: diskominfotik.sumbawakab.go.id


Sumbawa Besar, InfoPublik. Sosialisasi program pengendalian penduduk bersama mitra kerja digelar pada Selasa pagi (9/4/2019) di Aula H. Hasan Usman Lantai I Kantor Bupati Sumbawa. Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas P2KBP3A beserta jajarannya, Kepala perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Pimpinan OPD terkait, PKK dan LPA.
Dalam sambutannya ketika membuka acara secara resmi Kadis P2KBP3A Tri Karyati, S.Sos menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka grand design pembangunan kependudukan, sesuai dengan amanah Undang-Undang nomor 153 Tahun 2014 tentang grand design pembangunan Kependudukan (GDPK).
Dengan tujuan utama pelaksanaan GDPK adalah tercapainya kualitas penduduk yang tinggi sehingga mampu menjadi faktor penting dalam mencapai kemajuan bangsa. Ke depan, diharapkan semua kabupaten akan membuat grand design pembangunan kependudukan.
Dalam paparannya, Kabid Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi NTB  L. Nuzulul Kuswan menyampaikan tentang Arah Kebijakan Dan Strategi Program Kependudukan tahun 2019.
Disampaikannya pula tentang konsep kependudukan yang meliputi kuantitas penduduk, kualitas penduduk yang meliputi IPM (pendidikan, kesehatan, dan daya beli) dimana IPM Provinsi NTB berada diurutan ke-29 skala nasional, mobilitas penduduk, pembangunan keluarga yaitu pembangunan kualitas keluarga dan ketahanan keluarga, dan data kependudukan yang tertib, akurat dan dapat dipercaya.
Disampaikan pula tentang perencanaan pengendalian penduduk, ananlisis dampak kependudukan, pemaduan kebjakan pengendalian penduduk, pendidikan kependudukan dengan pola kerjasama, yang bermuara pada pembangunan berwawasan kependudukan dan pengetahuan tentang kependudukan.
Sementara itu, Kasubdit Pengendalian Penduduk Perwakilan BKKBN Provinsi NTB Lalu Sten Cantha memaparkan tentang 5 aspek GDPK tahun 2020-2045 yaitu untuk meningkatkan kuantitas kependudukan, meningkatkan kualitas kependudukan, penyebaran penduduk, bagaimana meningkatkan pembangunaqn keluarga, dan data base administrasi kependudukan yang tertib. (ra/mckabsumbawa)
Sumber : Siaran Pers Humas Setda Kabupaten Sumbawa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Fasilitasi PKBR di PIK R/M dan BKR

Materi-materi berikut merupakan oleh-oleh dari " Workshop Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Putri Sebagai Calon Ibu Bagi Pengelola GenRe Tingkat Provinsi " yang diadakan oleh Perwakilan BKKBN NTB tanggal 10-12 April 2019. Link berikut akan menghubungkan dengan file materi yang bisa diunduh dari google drive Materi PKBR Semoga bermanfaat

SELAMAT DATANG DI ERA NEW SIGA

Terhitung dari tahun 2022 ini, pencatatan pelaporan program KKBPK beralih dari aplikasi SIDUGA kepada SIGA secara keseluruhan. Dengan perubahan ini, maka mekanisme captor akan mengalami perubahan yang cukup penting hingga tidak berlebihan jika menyebut perubahan ini sebagai era baru captor program KKBPK. Apa saja yang berubah? Secara indikator, sebetulnya ada banyak kemiripan antara sistem lama pada SIDUGA dengan yang ada pada SIGA terbaru ini. Akan tetapi perubahan yang cukup signifikan bisa dilihat pada jenis data yang diinput ke dalam sistem secara online. Pada sistem sebelumnya, input data online hanya membutuhkan data yang telah direkap dalam form F/II/KB dan Rek.Kec F/I/Dal. Adapun pada sistem SIGA terbaru ini, proses perekapan dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga data yang diinput ke dalam sistem adalah data mentah atau data dasar. Sederhananya, SIGA terbaru akan membangun data basis yang bersifat by name by address, sehingga jauh lebih lengkap jika dibandingkan siste...

Menakar Data Stunting

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat satu pertanyaan dari seorang Lurah. Pertanyaannya sebetulnya sederhana tapi sangat mendasar. Bahkan pertanyaan itulah yang akhirnya menjadi alasan bagi seluruh tulisan ini. “Berapa jumlah stunting di Kelurahan ini?”. Sederhana dan sangat mendasar, kan? Tapi sampai pembicaraan kami selesai, pertanyaan Lurah tersebut tidak terjawab. Meskipun pertanyaan tersebut diajukan kepada saya, yang notabene seorang Penyuluh KB, tapi wilayah kelurahan yang ditanyakan bukan binaan saya. Dengan kata lain, jangankan data stunting, data PUS atau bahkan nama-nama kader saja tidak saya ketahui. Tanggapan saya kepada Lurah pada waktu itu, meski sesuai dengan kenyataan, tapi jelas tidak memuaskan. Bahkan setelah diingat-ingat lagi, jawaban saya terkesan seperti usaha untuk berkelit dari pertanyaan tersebut. Saya menyebut bagaimana target penurunan prevalensi stunting secara nasional hingga 14% di tahun 2024. Kemudian saya membahas bagaimana Pendataan Keluarga 2021 (PK...