Langsung ke konten utama

Launching POSYANDU Keluarga Kecamatan Sumbawa



Mengawali tahun 2020, Pemerintah Kecamatan Sumbawa melaksanakan acara Launching POSYANDU Keluarga yang bertempat di Kampung KB Surya Bakti, Kelurahan Pekat pada hari Sabtu (4/1). Kegiatan ini mengawali perubahan pelaksanaan POSYANDU di 5 (lima) Kelurahan dalam wilayah PKM Unit I (Seketeng) Kecamatan Sumbawa.
Untuk selanjutnya pelaksanaan POSYANDU di wilayah tersebut akan mengalami beberapa perubahan, di antaranya:
1. Sasaran Pelayanan Posyandu akan meliputi seluruh masyarakat. berbeda dengan pelaksanaan POSYANDU selama ini yang berfokus pada Ibu dan nak.
2. Untuk menyesuaikan dengan sasaran baru tersebut, pelaksanaan POSYANDU akan dipindhkan waktu pelaksanaannya menjadi sore hari. Hal ini karena sebagian sasaran terutama Remaja dan pekerja tidak bisa menghadiri pelaksanaan POSYANDU yang biasanya dilaksanakan pagi hari.
3. Jenis pelayanan yang disediakan pada POSYANDU Keluarga akan menyesuaikan dengan penambahan sasaran berdasarkan kelompok umur.




Acara Launching POSYANDU Keluarga dilakasanakan di Kampung KB Surya Bakti, mengingat sasaran di wilayah tersebut dilihat sebagai cerminan wilayah yang ada di kecamatan Sumbawa. Turut hadir dalam acara tersebut Camat Sumbawa, Ketua TP PKK Kecamatan, Ka. UPT PKM Unit I, Ka. UPT KBPPPA Kecamatan Sumbawa, Lurah Pekat, Ketua RW dan segenap petugas serta kader pengelola POSYANDU. 
Diharapkan ke depannya pelaksanaan POSYANDU Keluarga ini akan melibatkan lebih banyak sektor dan tidak hanya terbatas pada tenaga kesehatan dan KB saja.(ANH)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Fasilitasi PKBR di PIK R/M dan BKR

Materi-materi berikut merupakan oleh-oleh dari " Workshop Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Putri Sebagai Calon Ibu Bagi Pengelola GenRe Tingkat Provinsi " yang diadakan oleh Perwakilan BKKBN NTB tanggal 10-12 April 2019. Link berikut akan menghubungkan dengan file materi yang bisa diunduh dari google drive Materi PKBR Semoga bermanfaat

SELAMAT DATANG DI ERA NEW SIGA

Terhitung dari tahun 2022 ini, pencatatan pelaporan program KKBPK beralih dari aplikasi SIDUGA kepada SIGA secara keseluruhan. Dengan perubahan ini, maka mekanisme captor akan mengalami perubahan yang cukup penting hingga tidak berlebihan jika menyebut perubahan ini sebagai era baru captor program KKBPK. Apa saja yang berubah? Secara indikator, sebetulnya ada banyak kemiripan antara sistem lama pada SIDUGA dengan yang ada pada SIGA terbaru ini. Akan tetapi perubahan yang cukup signifikan bisa dilihat pada jenis data yang diinput ke dalam sistem secara online. Pada sistem sebelumnya, input data online hanya membutuhkan data yang telah direkap dalam form F/II/KB dan Rek.Kec F/I/Dal. Adapun pada sistem SIGA terbaru ini, proses perekapan dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga data yang diinput ke dalam sistem adalah data mentah atau data dasar. Sederhananya, SIGA terbaru akan membangun data basis yang bersifat by name by address, sehingga jauh lebih lengkap jika dibandingkan siste...

Menakar Data Stunting

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat satu pertanyaan dari seorang Lurah. Pertanyaannya sebetulnya sederhana tapi sangat mendasar. Bahkan pertanyaan itulah yang akhirnya menjadi alasan bagi seluruh tulisan ini. “Berapa jumlah stunting di Kelurahan ini?”. Sederhana dan sangat mendasar, kan? Tapi sampai pembicaraan kami selesai, pertanyaan Lurah tersebut tidak terjawab. Meskipun pertanyaan tersebut diajukan kepada saya, yang notabene seorang Penyuluh KB, tapi wilayah kelurahan yang ditanyakan bukan binaan saya. Dengan kata lain, jangankan data stunting, data PUS atau bahkan nama-nama kader saja tidak saya ketahui. Tanggapan saya kepada Lurah pada waktu itu, meski sesuai dengan kenyataan, tapi jelas tidak memuaskan. Bahkan setelah diingat-ingat lagi, jawaban saya terkesan seperti usaha untuk berkelit dari pertanyaan tersebut. Saya menyebut bagaimana target penurunan prevalensi stunting secara nasional hingga 14% di tahun 2024. Kemudian saya membahas bagaimana Pendataan Keluarga 2021 (PK...