Langsung ke konten utama

Sosialisasi New SIGA Kabupaten Sumbawa

Terhitung sejak tahun 2022 ini, sistem pencatatan dan pelaporan untuk program KKBPK secara nasional beralih kepada Sistem Informasi Keluarga Terbaru (New SIGA). Hal ini berdampak termasuk untuk sistem pelaporan yang digunakan di Kabupaten Sumbawa. Dengan alasan tersebut, Dinas P2KBP3A Kabupaten Sumbawa mengadakan Sosialisasi New SIGA untuk para pelaksana kegiatan tingkat kecamatan.



Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari pada tanggal 9, 10, 11 dan 14 Februari 2022 dengan cara mengunjungi kecamatan-kecamatan berdasarkan zona yang telah ditentukan. Sosialisasi ini dirangkaikan pula dengan pembinaan oleh Kepala Dinas P2KBP3A, Jannatulfala dan Kepala Bidang Dalduk, Anggraini, S.AP.

Jannatulfala menyampaikan agar perubahan ini tidak dilihat sebagai beban. Selain itu juga ditekankan pentingnya kerjasama antara semua unsur yang ada di lini lapangan agar perubahan sistem ini bisa diterapkan dengan sukses.

Sementara itu Anggraini menjelaskan keterkaitan masing-masing unsur lini lapangan dengan penerapan New SIGA tersebut. Disebutkan bahwa Kepala UPT bertindak sebagai koordinator dan Penyuluh KB sebagai penanggung jawab utama. Adapun operator dan PLKB non PNS diharapkan bisa membantu pada hal-hal teknis, sementara PPKBD diharapkan bisa membantu dalam proses pengumpulan data.

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pembahasan sistem New SIGA oleh tim teknis yang dipimpin oleh Kepala Seksi Data, Neneng Erlina, ME.

Di antara hal-hal yang dibahas adalah bagaimana perbedaan sistem terbaru ini dengan sistem sebelumnya dan bagaimana langkah-langkah untuk melakukan pelaporan melalui sistem New SIGA. Pembahasan dilakukan dengan simulasi pengisian yang dilakukan oleh peserta kegiatan. Melalui metode tersebut, diharapkan para peserta bisa mempraktikkan langsung sehingga langkah-langkah pelaporan lebih mudah dipahami. Selain itu jika ada kendala yang dihadapi diharapkan akan bisa segera ditemukan dan dibahas bersama. (ANH) 



 Berikut adalah link materi sistem Catpor New SIGA untuk keperluan sosialisasi di Kabupaten Sumbawa

https://bit.ly/sosialisasiNewSigaSumbawa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Fasilitasi PKBR di PIK R/M dan BKR

Materi-materi berikut merupakan oleh-oleh dari " Workshop Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Putri Sebagai Calon Ibu Bagi Pengelola GenRe Tingkat Provinsi " yang diadakan oleh Perwakilan BKKBN NTB tanggal 10-12 April 2019. Link berikut akan menghubungkan dengan file materi yang bisa diunduh dari google drive Materi PKBR Semoga bermanfaat

SELAMAT DATANG DI ERA NEW SIGA

Terhitung dari tahun 2022 ini, pencatatan pelaporan program KKBPK beralih dari aplikasi SIDUGA kepada SIGA secara keseluruhan. Dengan perubahan ini, maka mekanisme captor akan mengalami perubahan yang cukup penting hingga tidak berlebihan jika menyebut perubahan ini sebagai era baru captor program KKBPK. Apa saja yang berubah? Secara indikator, sebetulnya ada banyak kemiripan antara sistem lama pada SIDUGA dengan yang ada pada SIGA terbaru ini. Akan tetapi perubahan yang cukup signifikan bisa dilihat pada jenis data yang diinput ke dalam sistem secara online. Pada sistem sebelumnya, input data online hanya membutuhkan data yang telah direkap dalam form F/II/KB dan Rek.Kec F/I/Dal. Adapun pada sistem SIGA terbaru ini, proses perekapan dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga data yang diinput ke dalam sistem adalah data mentah atau data dasar. Sederhananya, SIGA terbaru akan membangun data basis yang bersifat by name by address, sehingga jauh lebih lengkap jika dibandingkan siste...

Menakar Data Stunting

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat satu pertanyaan dari seorang Lurah. Pertanyaannya sebetulnya sederhana tapi sangat mendasar. Bahkan pertanyaan itulah yang akhirnya menjadi alasan bagi seluruh tulisan ini. “Berapa jumlah stunting di Kelurahan ini?”. Sederhana dan sangat mendasar, kan? Tapi sampai pembicaraan kami selesai, pertanyaan Lurah tersebut tidak terjawab. Meskipun pertanyaan tersebut diajukan kepada saya, yang notabene seorang Penyuluh KB, tapi wilayah kelurahan yang ditanyakan bukan binaan saya. Dengan kata lain, jangankan data stunting, data PUS atau bahkan nama-nama kader saja tidak saya ketahui. Tanggapan saya kepada Lurah pada waktu itu, meski sesuai dengan kenyataan, tapi jelas tidak memuaskan. Bahkan setelah diingat-ingat lagi, jawaban saya terkesan seperti usaha untuk berkelit dari pertanyaan tersebut. Saya menyebut bagaimana target penurunan prevalensi stunting secara nasional hingga 14% di tahun 2024. Kemudian saya membahas bagaimana Pendataan Keluarga 2021 (PK...