Langsung ke konten utama

Jenis-jenis Kontrasepsi (1) – AKDR

Metode kontrasepsi pertama yang akan disampaikan adalah Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR). Metode ini sering pula disebut dengan IUD yang merupakan singkatan dari Intrauterine device.  Dalam bahasa sehari-hari lebih dikenal masyarakat dengan istilah spiral. Istilah spiral ini berasal dari model AKDR lama yang berupa lengkungan lengkungan atau bisa juga berdasarkan gulungan berbentuk spiral yang terdapat pada model AKDR baru.



AKDR bekerja dengan cara menghalangi sel sperma masuk ke dalam saluran antara rahim dengan indung telur (tuba falopi). Dengan demikian, sel sperma tak bisa bertemu sel telur untuk pembuahan. Tingkat efektifitas AKDR termasuk tinggi yaitu 99,7% dengan jangka waktu mencapai 5-8 tahun.

Kelebihan

  • Bisa dilepas kapan saja, tanpa memengaruhi kesuburan 
  • AKDR copper T termasuk metode non hormonal, jadi aman dari efek samping yang bisa didapatkan dari metode hormonal

Kekurangan

  • Rasa tidak nyaman pada perut ketika baru pasang.
  • Untuk beberapa bulan pertama, dapat menyebabkan bercak perdarahan secara tidak teratur.
  • Menstruasi bisa lebih deras dan disertai kram.
  • Tidak mencegah Anda dari risiko penyakit kelamin menular.

 

Diolah dari berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi Fasilitasi PKBR di PIK R/M dan BKR

Materi-materi berikut merupakan oleh-oleh dari " Workshop Penyiapan Perencanaan Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja Putri Sebagai Calon Ibu Bagi Pengelola GenRe Tingkat Provinsi " yang diadakan oleh Perwakilan BKKBN NTB tanggal 10-12 April 2019. Link berikut akan menghubungkan dengan file materi yang bisa diunduh dari google drive Materi PKBR Semoga bermanfaat

SELAMAT DATANG DI ERA NEW SIGA

Terhitung dari tahun 2022 ini, pencatatan pelaporan program KKBPK beralih dari aplikasi SIDUGA kepada SIGA secara keseluruhan. Dengan perubahan ini, maka mekanisme captor akan mengalami perubahan yang cukup penting hingga tidak berlebihan jika menyebut perubahan ini sebagai era baru captor program KKBPK. Apa saja yang berubah? Secara indikator, sebetulnya ada banyak kemiripan antara sistem lama pada SIDUGA dengan yang ada pada SIGA terbaru ini. Akan tetapi perubahan yang cukup signifikan bisa dilihat pada jenis data yang diinput ke dalam sistem secara online. Pada sistem sebelumnya, input data online hanya membutuhkan data yang telah direkap dalam form F/II/KB dan Rek.Kec F/I/Dal. Adapun pada sistem SIGA terbaru ini, proses perekapan dilakukan secara otomatis oleh sistem, sehingga data yang diinput ke dalam sistem adalah data mentah atau data dasar. Sederhananya, SIGA terbaru akan membangun data basis yang bersifat by name by address, sehingga jauh lebih lengkap jika dibandingkan siste...

Menakar Data Stunting

Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat satu pertanyaan dari seorang Lurah. Pertanyaannya sebetulnya sederhana tapi sangat mendasar. Bahkan pertanyaan itulah yang akhirnya menjadi alasan bagi seluruh tulisan ini. “Berapa jumlah stunting di Kelurahan ini?”. Sederhana dan sangat mendasar, kan? Tapi sampai pembicaraan kami selesai, pertanyaan Lurah tersebut tidak terjawab. Meskipun pertanyaan tersebut diajukan kepada saya, yang notabene seorang Penyuluh KB, tapi wilayah kelurahan yang ditanyakan bukan binaan saya. Dengan kata lain, jangankan data stunting, data PUS atau bahkan nama-nama kader saja tidak saya ketahui. Tanggapan saya kepada Lurah pada waktu itu, meski sesuai dengan kenyataan, tapi jelas tidak memuaskan. Bahkan setelah diingat-ingat lagi, jawaban saya terkesan seperti usaha untuk berkelit dari pertanyaan tersebut. Saya menyebut bagaimana target penurunan prevalensi stunting secara nasional hingga 14% di tahun 2024. Kemudian saya membahas bagaimana Pendataan Keluarga 2021 (PK...